- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan
Menampilkan postingan dengan label CERPEN
Negeri Lama Nama Baru
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. Salam rindu, salam kenal lagi, salam perempuan, salam pembaca. Mungkin bagi yang dulu mengenal saya dan blog saya, ada hal yang berbeda, yakni nama bagi blog ini. Pustaka Maragancayan di Negeri Angin berganti NEGERISEFIANI. Banyak alasan dan pertimbangan. Namun, ada harapan besar nama dan tampilan blog yang lebih segar (menurut saya) dapat membawa energi positif bagi diri saya untuk kembali aktif menulis. Tidak konsisten. Itulah saya. Saya yakin bisa berubah lebih baik selama saya mau belajar dan melakukannya. Saya hanya tidak boleh lelah dan menyerah. Membaca, mengkontemplasikannya, menulis. Mari berkarya lagi! Di NEGERISEFIANI saya juga menambahkan label baru, yakni parenting. Sebagai seorang istri sekaligus ibu, saya berharap dapat membagikan beberapa cerita dan pengalaman. Terima kasih kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kepada teman hidup Reza Saeful Rachman (abdiredja.blogspot.com), anak-anakku (Ghaisan Aqeela Rachman dan...
si Weni (cerpen)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
“Abah ¹ , kira-kira si Gareng dimarahin ga ya sama si Semar?” “Umi ² , pertanyaan abah saja belum umi jawab”, sepertinya abah mulai kesal. Memang, aku sudah bisa menebak dan menerka bahwa suamiku itu pasti sangat kesal akan kejadian tadi siang. Tapi, sesusahpayah apapun abah membujukku untuk memberitahu sesuatu tentang kotak itu, aku tetap enggan mengatakannya sekarang. Ini tidak mungkin. Ada sesuatu yang sulit lidahku bicarakan, seperti si Gareng yang sedari tadi diam karena takut ketahuan Semar bahwa dialah yang membocorkan rahasia itu. Hmm...tapi bersyukurlah Gareng, toh aku percaya rahasia itu bukan rahasia yang terlalu penting, berbeda dengan... “Umi, ko malah bengong ?”, abah kayanya semakin kesal, “Itu lho, pertanyaan abah tentang artikel yang umi tulis kemarin di koran !” “Hmm...kirain pertanyaan apa !”, huuh, aku pikir abah masih kesal sama kejadian itu, taunya ! kuhirup dulu nafasku dalam-dalam. Sedari tadi siang rasanya dadaku sesak. Ku ge...
CERMIN - Cerpen 1 halaman Tugas KN Tobucil
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
“Perempuan itu begitu lugu dan pendiam. Di keningnya masih ada sisa luka menganga serupa lubang dalam tanah di halaman rumah yang semalam di gali anjing tetangga” Begitu Kalin bergumam dalam pikirannya ketika menatap seorang tamu tak di diundang. Sejak satu jam yang lalu ia terpana menyaksikan sosok manis yang tak pernah berhenti menyimpulkan sedikit senyum dalam untaian air mata yang menggariskan suasana sendu pada gurat halus di wajahnya. Barangkali baru kali ini, seorang datang menemuinya sekadar untuk mengadukan kesedihan. Maka, pantas saja Kalin betah berlama-lama terkurung dalam gudang tua yang sepertinya sudah bertahun-tahun tak dibersihkan. Suasananya begitu mengerikan. Di sana-sini debu menjadi satu-satunya udara yang bisa dihirup. Begitupun dengan sarang laba-laba kecil yang mengantung di antara tumpukan barang-barang tua milik Bu Rosina. Tak habis pikir, mengapa Kalin sepertinya tenang-tenang saja berada di sana. Apa karena tamu itu? Entahlah. Kalin membetulkan posisi duduk...