Postingan

2 Ilmu Kunci Meraih Kebahagiaan yang Sering Dilalaikan

Gambar
Siapa di antara kita yang tidak ingin bahagia? Tentunya setiap manusia mengharapkan kebahagiaan. Bahagia dalam banyak hal dan definisi pribadi. Salah satu kebahagiaan itu adalah bahagia menjalani hidup. Untuk apa? Bagi saya meraih kebahagiaan hidup untuk meraih jalan kebahagiaan di akhirat kelak. Nah, setiap dari kita memiliki cara masing-masing untuk meraih kebahagiaan di dunia. Pasalnya, definisi kebahagiaan setiap orang juga berbeda. Ada yang bahagia dengan banyak harta. Ada yang bahagia dengan banyak ilmu dan gelar. Ada yang bahagia punya anak sukses. Ada yang bahagia bisa keliling dunia. Ada yang bahagia makan makanan lezat. Ada yang bahagia mendapat kesehatan. Bahkan, ada yang bahagia untuk sekadar bisa bangun dari tidurnya. Bahagia dalam hidup saya sungguh mungkin tak jauh berbeda dengan bahagia bagi banyak orang. Namun, untuk meraih kebahagiaan itu, ada 2 ilmu dasar yang harus saya kuasai. Manajemen Waktu Manajemen dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan (1)...

Membuka “Dunia Ibu” melalui Stadium General

Gambar
NHW1#MIIPB7 #AliranRasaBandung1 #Bandung1MIIP7 #MatrikulasiIIPBatch7 Begitu mendengar kata ‘ibu’ barangkali kita teringat pada sosok perempuan dalam sebuah keluarga dengan tugas pokoknya mengurus anak dan suami. Perempuan yang mengandung, melahirkan, dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih. Perempuan yang bagi sebagian besar anak merupakan sosok yang paling dihormati. Banyak hal yang kita rasakan saat mendengar atau menyebut ‘ibu’. Ia juga yang membuat kita mempelajari dunia salah satunya melalui bangku sekolah. Kita bersemangat meraih cita-cita, mendapat gelar tinggi, dan berhasil. Namun, kita kadang lupa pada satu hal. “Bagaimana bisa ibu berhasil menumbuhkan dan membesarkan keluarganya?” Menjadi hal yang luput bagi banyak orang bahwa setiap ibu memiliki cara sendiri dalam menjalankan perannya dalam sebuah keluarga. Baik perannya sebagai seorang anak perempuan, seorang isteri, maupun seorang ibu. Cara tersebut adalah sebuah ilmu yang dimiliki dan dipelaj...
Gambar

Kembali Usai Badai (2)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. Bismillahirrahmanirrahim. Tulisan ini lanjutan dari tulisan saya sebelumnya. Setelah kuret, saya memahami bahwa,  "Semua yang saya anggap saya miliki, hanyalah titipan dan bahkan diri sendiri hanyalah milik Allah." Jadi, ikhlaslah untuk menerimanya ikhlaslah untuk melepasnya. Saya pun akan ikhlas menjalani segala yang telah ditakdirkan-Nya. Dengan keihklasan itu saya kembali dititipi seorang bidadari cantik nan mungil bernama Ghazea Raina Aqeela Rachman usai melalui proses kehamilan dan kelahiran yang berliku dan panjang. Sempat akan divonis blighted ovum, bedrest karena abortus imminens, placenta letak rendah, posisi posterior, dan lain sebagainya. Akhirnya setelah induksi dan pembukaan 5, Ghazea terlahir dengan operasi SC.  Kelahiran Ghazea membuat saya merasa mendapat prajurit perempuan (sesuai namanya) yang mampu menguatkan saya akan badai hidup yang sedang dan akan menerjang kala itu. Masih bergelut dengan per...
Gambar

Negeri Lama Nama Baru

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. Salam rindu, salam kenal lagi, salam perempuan, salam pembaca. Mungkin bagi yang dulu mengenal saya dan blog saya, ada hal yang berbeda, yakni nama bagi blog ini. Pustaka Maragancayan di Negeri Angin berganti NEGERISEFIANI. Banyak alasan dan pertimbangan. Namun, ada harapan besar nama dan tampilan blog yang lebih segar (menurut saya) dapat membawa energi positif bagi diri saya untuk kembali aktif menulis. Tidak konsisten. Itulah saya. Saya yakin bisa berubah lebih baik selama saya mau belajar dan melakukannya. Saya hanya tidak boleh lelah dan menyerah. Membaca, mengkontemplasikannya, menulis. Mari berkarya lagi! Di NEGERISEFIANI saya juga menambahkan label baru, yakni parenting. Sebagai seorang istri sekaligus ibu, saya berharap dapat membagikan beberapa cerita dan pengalaman. Terima kasih kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kepada teman hidup Reza Saeful Rachman (abdiredja.blogspot.com), anak-anakku (Ghaisan Aqeela Rachman dan...

Kembali Usai Badai di Negeri Angin

Saya memposting puisi saya terakhir pada 17 Desember 2014 silam. Tulisan tersebut dimuat sebelum saya melahirkan anak pertama saya. Kala itu saya merasa bahagia karena Allah memberi rejeki dan kebahagiaan sungguh melimpah. April 2014 saya menikah dengan Reza Saeful Rachman--teman kuliah, sahabat, kawan diskusi, kritikus, kakak yang agak galak, dan kekasih. Menikah dengannya sungguh menjadi hadiah dari Allah atas segala perjuangan kami yang bagi kami penuh ujian. Sebelum akhirnya meraih restu orang tua, saya sempat dijodohkan dengan beberapa lelaki pilihan ayah, mulai dari anak tetangga hingga seorang lelaki dewasa yang mengaku bekerja di mahkamah agung dan ternyata telah menipu orang tua saya habis-habisan. Belum lagi usaha orang tua menentang kekasih saya kala itu karena persoalan bibit bebet bobot, materi khususnya. Permasalahan hubungan kami tak hanya masalah orang tua, masalah lingkungan perkawanan, pun kondisi psikologis kami yang masih belum matang dan bijaksana. Dari sekian ...