(Arsip Tahun 2008) Analisis Puisi Secara Bangun Struktur dan Lapis Makna Di bawah ini merupakan puisi karya Joko Pinurbo; Dari Raden Ajeng Kartini untuk Maria magdalena Pariyem untuk Linus Raden Ajeng Kartini terbatuk-batuk Di bawah cahaya lampu remang-remang Demam mulai merambat ke leher Encok menyayat-nyayat punggung dan pinggang Dan angin pantai jepara yang kering Berjingkat pelan di alis yang tenang Di pelupuknya anak-anak kesunyian Ingin lelap berbaring, Ingin teduh dan tentram “Terimalah salam damaiku” Lewat angin laut yang kencang, dinda. Resah tengah kucoba Sepi kuasah dengan pena. Kaudengarkah suara gamelan Tak putus-putus dilantunkan Di pendapa agung yang dijaga Tiang-tiang perkasa Hanya untuk mengalunkan Tembang-tembang lara? Kaudengarkah juga Derap kereta di jauhan Datang melaju ke arah jantungku Kereta api hitam berderap membelah malam Melintasi hamparan kelabu perkebunan tebu Kesedihan diangkut ke pab...
Bismillah. Bunda Cekatan Batch 4 Institut Ibu Profesional . Tahap Telur Chapter 2 : Telur Hijau . Setelah menuliskan aneka aktivitas dan rutinitas sehari-hari yang ternyata banyak, ternyata ada 5 aktivitas berbinar yang saya sukai dan bisa saya lakukan. Saya menyimpan aktivitas tersebut dalam telur hijau di atas daun yang sudah dipersiapkan. Semoga aktivitas ini bisa meningkatkan kadar bahagia saya di antara gempuran rutinitas yang kadang melelahkan, melalaikan, atau menjenuhkan. Belajar dan terus berusaha menempa diri yuks umm agar menjalani peran hidup dengan bahagia menurut versi terbaik saya dan keluarga! 💕 Ini perjalanan awal saya! Semangat karena perjuangan masih sangat panjang! Mari bermetamorfosis, umm! #bundacekatan4 #institutibuprofesional #hutankupucekatan #mencaridaun #kenaliaktivitasmu #NHWmainmencaridaun #tahaptelur #mencaridaun #telurhijau #ibubelajar #ibupembelajar #ajourneytobeabutterfly
Ibu Produktif Produktif bagi seorang ibu sering dikaitkan dengan aktivitas yang menghasilkan uang atau materi. Mencari rezeki sejatinya bukanlah fitrah utama seorang perempuan. Mengingat fitrah utama perempuan adalah menjadi madrasah pertama bagi anaknya dan membangun peradaban dari dalam rumah. Apalagi, sesungguhnya Allah telah menjamin setiap rezeki hambanya, tak terkecuali kita. Jadi, produktif di sini bukan hanya urusan mencari rezeki, melainkan ada hal lain yang harus kita kejar. Apa itu? Sebut saja salah satunya mengejar kemuliaan diri dalam kemuliaan hidup. Persoalan materi selalu erat kaitannya dengan nominal. Hitung-hitungannya tak akan pernah habis dan selesai. Perkara cukup dan tidak cukup. Satu hal yang pasti, bahwa Allah telah menentukan rezeki hambanya. Menjaminnya pula. Kita hanya harus ikhtiar dan mensyukurinya. Hal tersebut bagi sebagian perempuan, ibu, bunda, atau isteri dianggap sebagai bagian dari produktivitas. Padahal dalam kacamata Intitut Ibu Pro...
Komentar