Jumat, 09 Desember 2016

Kembali Usai Badai di Negeri Angin

Saya memposting puisi saya terakhir pada 17 Desember 2014 silam. Tulisan tersebut dimuat sebelum saya melahirkan anak pertama saya. Kala itu saya merasa bahagia karena Allah memberi rejeki dan kebahagiaan sungguh melimpah. April 2014 saya menikah dengan Reza Saeful Rachman--teman kuliah, sahabat, kawan diskusi, kritikus, kakak yang agak galak, dan kekasih. Menikah dengannya sungguh menjadi hadiah dari Allah atas segala perjuangan kami yang bagi kami penuh ujian. Sebelum akhirnya meraih restu orang tua, saya sempat dijodohkan dengan beberapa lelaki pilihan ayah, mulai dari anak tetangga hingga seorang lelaki dewasa yang mengaku bekerja di mahkamah agung dan ternyata telah menipu orang tua saya habis-habisan. Belum lagi usaha orang tua menentang kekasih saya kala itu karena persoalan bibit bebet bobot, materi khususnya. Permasalahan hubungan kami tak hanya masalah orang tua, masalah lingkungan perkawanan, pun kondisi psikologis kami yang masih belum matang dan bijaksana. Dari sekian banyak ujian yang kami lewati, setelah 6 tahun membina hubungan dan setelah memohon petunjuk Allah, akhirnya kami pun menikah. Sungguh hadiah tiada terkira. Usai menikah dan pindah rumah, tanpa menunggu lama dan tiada terduga hadiah Allah kembali kami dapatkan. Saya langsung mengandung anak pertama. Kondisi finansial atau mental yang belum matang tidak membuat kami berhenti bersyukur dan menikmati segala hadiah Allah yang melimpah. Hingga saatnya anak saya terlahir pada 24 Desember 2014 dengan nama Ghaisan Aqeela Rachman (Anak laki-laki terbaik yang pintar, rupawan, dan pengasih). Nama yang menjadi doa kami. Hadiah dari Allah saya melahirkan anak yang tampan, shaleh, pintar secara normal spontan dibantu bidan Dessy dan Elis dari RB. Rachmawati. Usai melahirkan saya sempat melewati beberapa ujian kecil dalam menyusui Ghaisan. Namun, dengan kerja keras, kesabaran, dan pantang menyerah, semua bisa terlewati. Ghaisan tumbuh menjadi anak yang lincah, murah senyum, bermata sayu, tak pernah sakit, dan selalu menghibur orang tuanya. Hingga menjelang 6 bulan usianya, tiba-tiba anak saya jatuh sakit. Sempat diare ringan dan langsung diobati oleh seorang dokter Sp.A. ternama di daerah kami. Kondisinya langsung membaik. Esok malamnya tiba-tiba ia muntah, tapi karena kami khawatir dini hari kami membawanya ke RS. Hermina dan ditangani oleh seorang dokter jaga yang menyatakan bahwa anak saya sehat dan tak ada yang perlu dikhawatirkan. Ia memberi obat mual untuk anak saya dan kondisi anak saya esoknya memburuk tiba-tiba. Tak berhenti di situ, saya langsung membawanya kembali ke RS. yang sama. 2 jam ditangani di UGD dan sempat akan dimasukan ruang rawat inap, Allah berkata lain. Ghaisan pulang meninggalkan saya, meninggalkan kami selamanya. Saya sempat tak sadarkan diri. Bagai mimpi buruk dan tak bisa bangun lagi. Ingin marah pada Allah, pada dokter-dokter yang memberikan surat kematian dengan diagnosa gagal pernafasan. Saya merasa tak mungkin Ghaisan pergi secepat ini karena tak pernah ada riwayat sakit yang berarti yang dialami. Bahkan beberapa jam sebelum kepergiannya saya masih menyusuinya. Itu menjadi sakit pertama sekaligus terakhir bagi anak saya terkasih. Akhirnya, semua akan kembali dan berpulang pada pemilik-Nya. Doa tak pernah berhenti dipanjatkan tak berhenti diucapkan dipanjatkan untuk anak saya yang mendahului kami semua. 

Kehilangan anak saya menjadi pukulan, ujian, cobaan, sekaligus hidayah. Saya mulai menjalani hari-hari yang berat dengan belajar menjadi pribadi yang lebih baik, begitu pun suami saya. Kami belajar hijrah. Kembali pada Allah adalah satu-satunya cara belajar ikhlas, sabar, dan membuat kami bisa menjalani kehidupan. Di tengah usaha kami bermuhasabah, istiqamah untuk lebih baik, Allah menguji iman dan kesabaran kami. Saya mengalami pendarahan panjang berbulan-bulan karena tidak cocok dengan kb. Padahal dalam kehilangan itu, kami sangat berharap memiliki lagi momongan. Akhirnya, saya pun menjalani terapi suli hormon selama kurang lebih 6 bulan. Suami saya sampai melihat kondisi tubuh saya yang tidak stabil dan ketergantungan dengan jadwal obat-obatan. Belum lagi kondisi mental saya yang memburuk di kantor, di rumah, dan di lingkungan keluarga. Saya semakin sedih jika ada seseorang yang mempertanyakan mengapa saya belum kunjung hamil lagi setelah ditinggal anak saya. 

Waktu berlalu, kami menjalani program kehamilan dr. kandungan. Berdoa dan tak henti berikhtiar, hingga akhirnya Allah menjawab doa-doa kami. Bulan Maret 2016 saya tidak mendapat tamu bulanan. Allah memberi hadiah atas segala kesabaran dan penantian. Saya benar-benar positif mengandung anak kedua yang sehat dengan suara degup jantung yang membuat kami semakin bahagia. Kebahagiaan itu terasa hingga pada 20 Mei 2015 di usia kandungan 11w 5d saya merasakan rembesan ketuban saat bangun tidur. Hasil pemeriksaan dokter saat itu mengabarkan bahwa Allah sangat menyanyangi saya. Allah menguji kesabaran dan keimanan saya. Saya kehilangan anak kedua di usianya hampir mengijak 3 bln. Setelah mencari second opinion, akhirnya esoknya kami mengikhlaskan malaikan kecil kami. Saya menjalani proses kuretase karena janin tidak berkembang.
...bersambung...

Rabu, 17 Desember 2014

Puisi Kopi Evi Sefiani

By on March 9, 2013

Candu

di satu lustrum, warna kopi di cangkir kita
tidak lagi sehitam malam dan mendung gulungan awan
ampasnya serupa serbuk harendong yang diterbangkan angin
menjadi metafora dalam puisi kita

yang menguap ke ruang asing ini bukanlah bau parfum atau bodymist
hanya wangi kembang kopi meruap dari mulut kita serupa aroma kata-kata
ah, tuhan
pastikah ini candu yang diceritakan para penyair serupa ganja atau khat?

kita reguk lagi hari
kita mabuk lagi seperti rendra yang tergila-gila pada cinta dan sastra
2013

Puisi lainnya dapat dilihat pada halaman ini

ANTOLOGI PUISI 100 PENYAIR PEREMPUAN KPPI

Telah terbit!!

Antologi Puisi 100 Penyair Perempuan KPPI yang ditulis oleh : Afrilia Utami, Akidah Gauzillah, Altje Wantania, Ama Achmad, Amongraga Gendis, Andi Arnida Massusungan, Anis Samara, Anisa Isti, Annisa Heliawati, Anten Kinasih, Arista Devi, Arniyati Shaleh, Baiq ILda Karwayu, Bening Kusumaningtiyas Az-Zahra, Betta Anugrah Setiani, Cikie Wahab, Cut Dini Desita, D.Kemalawati, Dhini Dwi Maulani, Dian M Balqis, Dian Hartati, Dian Meilinda, Dian Rachmikawati, Diana Cahya Alam, Dina Syahfitri Lubis, Dinda Ahdiyanti, Disa Tanos, Epi Siti Sopiah, Eli Nurhalimah, Emi Suyanti, Erni Aladjai, Evi Sefiani, Evi Sri Rezeki, Fadhila Eka Ratnasari, Fanny Chotimah, Fany Triyani, Farra Yanuar, Fina Lanahdiana, Fitri A.B, Heni Hendrayani Sudarsana, Heti Nurlathifah, Imana Tahira, Indah Ip, Julia Arungan, Julia Hartini, Khairani Barokka, Lailatul Kiptiyah,Listyo Liestyo Ambarwati Khohar, Lily N. D. Madjid, Lina Kelana, Lisya van Sorren, Lutviah Handayani, Lyla Nur Ratri, Lena Mariana, Siti Maulida Damayanti, Mariati Atkah, Meitha Kh, Melda Martini, Mega A. Noviandari, Naza Fitri II, Nella S Wulan, Ni Putu Citra Sasmita, Nina Minarelli, Nissa Rengganis, Nita Widiati Efsa, Novy Noorhayati Syahfida, Nur Hira Abdul Kadir, Nuraeni Nurani Widaningsih, Olin Monteiro, Puspita Ann, Qeis Surya Sangkala, R.Diah Sumarliah, Rahmiana Rahman, Ratna Ayu Budhiarti, Ratna M Rochiman, Ratna Ayu, Ria Arista Budhiarti, Rizky Endang Sugiharti, Rizqi Nur Amalliah, Rochyati Sofjan, Sartika Sari, Seli Desmiarti, Serüni Unié, Siti Fauzia, Langit Amaravati, Tanza Azalea, Teti Gumiati, Tina Aprida Marpaung, Tria Achiria, Unis Sagena, Uthera Kalimaya, Tantri Wulandari, Violetta Simatupang, Wida Waridah, Winarti Juliet Vennin, Yessi Arisandi Sibarani, Yenti Nurhidayat, Zidny Ilma. Kurator buku : Nenden Lilis Aisyah. Endorse: Fanny Jonathans Poyk New, Tantri Noor Said dan Milastri Muzakkar. Penerbit : PBP dan PWAGI dengan dukungan Seperti Pagi Foundation dan Institute Perempuan.

Buku ini setebal 468 Halaman.

Senin, 23 September 2013

Peluncuran Antologi Puisi 6 Negara "Secangkir Kopi"


Takengon |LeuserAntara| –  The Gayo Institute (TGI) mengundang 88 penyair dalam dan luar negeri ( ada enam negara asal penyair yang berpartisipasi) untuk dapat hadir pada kegiatan peluncuran buku Antologi Puisi ”Secangkir Kopi”. Rencana peluncuran akan berlangsung 21, 23 dan 29 September 2013 di tiga lokasi berbeda.


Dalam surat undangan yang disampaikan Direktur TGI, Salman Yoga  kepada para penyair yang ikut serta meramaikan penerbitan buku sastra ini disebutkan, peluncuran akan berlangsung pada  tanggal 21 September    di Tower Coffee Banda Aceh, tanggal 23 September di Kebun Kopi, Takengon dan 29 September berlangsung di salah satu pabrik pengolah kopi, juga di Takengon, Aceh Tengah.

Dari nama-nama penyair yang meramaikan antologi ini, adalah: ACHRIAL BSC, ADAM MUKHLIS ARIFIN, ALDY ISTANZIA, ANSAR SALIHIN, ANUGRAH ROBY SYAHPUTRA, ARJULISKA ZUSKA, ARSYAD INDRADI, AYI JUFRIDAR, AWALUDDIN ISHAK, BAMBANG WIDIATMOKO, BAGUS BURHAM, BENSU ELIANITA, D KEMALAWATI, DARMAWAN MASRI, DIAN HARTATI, DIMAS ARIKA MIHARDJA, DIMAS DEWI PERTIWI, DOEL CP ALLISAH, EDDIE MNS SOEMANTO, EKAWATI SAPUTRI, EVI SEFIANI, FAKHRUDDIN, FARIDAH RONI, FAIZY MAHMOED HALY, FIKAR W.EDA, Ghani V. Artha, GOL A GONG, HAMMADDIN AMAN FATIH, HAFNEY MAULANA, HALIM MUBARY, HAMDANI CHAMSYAH, HERMANSYAH ADNAN, HUSEN ARIFIN, IRWANDI MN, INTAN SARI, IRANDA NOVANDI, ISMAR RAMADHANI, ISBEDY STIAWAN ZS, ISKANDAR NORMAN, JAUHARI SAMALANGA, JONI MN, KHA. ZAKHLUL, KWEK LI NA, L.K. ARA, MAHARADI, MAHDI IDRIS, MAKMUR DIMILA, MARAH SYARIFUDDIN ARIFIN, MARTIN GLAZ SERUP, MUHADZDZIER M. SALDA, MUHAMMAD SUBARKAH, MUNAWIR SHAKIR, MUKHLIS MUHDAN BINTANG, MUSTAFA ISMAIL, NAZAR SHAH ALAM, NURKHALIS, M. KASIM, NUURUL HUSNA, RAHMAD SANJAYA, RAUZATUL AKMAL, RAZACK PULO, SABAHUDDIN SENIN (MUSA BIN MASRAN), SELENDANG SULAIMAN, SUHAILI, SULAIMAN JUNED, SULAIMAN TRIPA, SOFYAN GRIANTARA, SOERYADARMA ISMAN, SYAIFUL HADI JL, TEUKU AFIFUDDIN, PHAOSAN JEHWAE, VERA HASTUTI, VICTOR POGADAEV, WAHYUNI, WIDODO ARUMDONO, WINDO GUSYAH PUTRA, WIN RUHDI BATHIN, WIRATMADINATA, WIN YUSRA DAUD, WIN YUSRI RAHMAN, YUNURA ANGGAR WATI, ZAINUDDIN BIN H. SULAIMAN BIN ABDUL MANAH, ZIDNI ARFIA RAHMAN, ZUHRA RUHMI BINTI ZAIN, ZULFADLI KAWOM, ZULFIKAR KIRBI, ZULIANA IBRAHIM, ZOEL MD AMAN KESI.

Diharapkan kegiatan penerbitan buku sastra ini dapat  mendorong dan memotivasi kegiatan kesusastraan yang  lebih kreatif di daerah Aceh umumnya, Tanoh Gayo khususnya. ***


- See more at: http://leuserantara.com/2013/09/16/21-23-dan-29-september-peluncuran-antologi-puisi-secangkir-kopi/#sthash.sBugPlw0.dpuf

Sabtu, 29 Juni 2013

Hasil Kurasi Antologi "PEREMPUAN DALAM PUISI" KPPI

Setelah kurasi tahap pertama yang meliputi seleksi administrasi dan karya tahap 1, proses selanjutnya adalah kurasi tahap 2 yang dilakukan oleh Nenden Lilis Aisyah. Kurasi tahap 2 memakai metode blind curation,artinya kurator hanya diberi nomor kontributor dan karya, tidak dilengkapi dengan nama. Itu sebabnya, jumlah puisi yang lolos dari masing-masing kontributor berbeda-beda.


Adapun nama-nama yang lolos tidak genap menjadi 100 orang juga disebabkan oleh ada beberapa nama yang kelima puisinya tidak lolos dalam kurasi tahap 2. Kriteria penilaian dan catatan kurator akan dipublikasikan di dalam buku puisi. 
Berikut ini adalah daftar nama kontributor berikut judul karya:

NO
NAMA
JUDUL KARYA
1         
Afrilia Utami
-          Sunyi
-          Basah Negeriku
2         
AKidah Gauzillah
-          Realita Duka Lara
-          Etalase Sepi di Arafuru
-          Cinta Kedua
3         
Altje RT Wantania
-          Cuma Semacam Cinta
4         
Ama Achmad
-          kuanggap ini sajak yang dihadiahkan waktu
-          kemarau
-          misalkan aku dan kau adalah sesuatu
-          kenangan yang terawat
5         
Amongraga Gendis
-          salah siapa
-          kupu-kupu
-          kelakar pagi
6         
Andi Arnida Massusungan
-          Air Mata Rakyat Jelata
-          Perempuan dan Waktu
-          Cerita Hujan
7         
Anis Samara
-          rumah berdinding batu bata
-          patah
8         
Annisa Herliawati
-          AROMA
-          Surat Dalam Mimpi
-          Malam ini, Ra
-          Cintamu Tinggallah Nisan
9         
Anten Kinasih
-          Epitaph
10     
Arista Devi
-          Sajak Mayadevi
-          Kisah Perempuan Dalam Kota(k) Beton
-          Kamu Adalah Samudera Biru
11     
Arniyati Shaleh
-          Kampung Tua
-          Lara Perempuan Buruh Pabrik
-           
12     
Baiq Ilda Karwayu
-          Lingsir Wengi
13     
Bening Kusumaningtyas Az-Zahra
-          Tafakur
-          Dinding
14     
Cikie Wahab
-          Di Gelombang Terakhir, Kemana Perahu Kita Mengalir?
-          Kau Menanam Gerimis di Mataku, Aku Menggelar Tangis di Dadamu
15     
Cut Dini Desita
-          Seiris Bulan
-          Rindu Semalam
-          Lorong Terakhir
-          Kelopakmu
-          Lelaki Biru
16     
D Kemalawati
-          Maaf
-          Mata Cinta
-          Para Penabuh Rindu
-          Batu-Batu Kerikil Dari Mudzalifah
17     
Dhini Dwi Maulani
-          Menapak Jejak
18     
Dian Balqis
-          Perempuan
-          Lenyap Dalam Senyap
-          Demi Detik yang Berlalu
19     
Dian Hartati
-          Menikah di Laut
-          Prosesi Pernikahan
-          Perkawinan Kupu-Kupu
20     
Dian Meilinda
-          Calon
-          Pasar Malam
21     
Dian Rachmikawati
-          Kepada Seorang Pecinta
-          Potret
-          Tembang Cintaku
22     
Diana Cahya Alam
-          Hujan Desember
-          Cibatu
-          RIndu
-          Desember Semenjana
-          Nelayan
23     
Dina Syahfitri Lubis
-          Kibaran Kerudung
-          Penantian Malam
-          Cinta
24     
Dinda Ahdiyanti
-          Dunia Dalam Aku
-          Disekap Malam
25     
Disa Tannos
-          Membayangkan Masa Kecilmu
-          Hujan di Kotamu, Hujan di Kotaku
-          Sajak Penutup Tahun yang Tergesa
26     
Eli Nurhalimah
-          Dinas Perkebunan
-          Ikut Bapak ke Sorga
27     
Emi Suyanti
-          Gerimis
-          Menunggumu
28     
Erni Aladjai
-          Telepon Ibu
-          Pohon yang Tumbuh di Punggung Mereka
-          Kartu Natal Seorang Perempuan untuk Kekasihnya di London
-          Perempuan dan Sepasang Merpati
29     
Evi Sefiani
-          Cowongan
-          Galunggung
-          Cak
-          Het Snoephuis (1)
30     
Evi Sri Rezeki
-          Angin dan Selembar Daun
-          Rumah
-          Aroma Pagi
31     
Fadhila Eka Ratnasari
-          Matamu yang Perigi
-          tentang sepasang suami istri pada pukul tujuh pagi
-          di akhir sebuah perjalanan kereta
-          tarian kekasih
32     
Fanny Chotimah
-          Socrates
-          Kisah Manusia
-          Dua Perempuan
33     
Fanny Triyani
-          Ibu
34     
Farra Yanuar
-          Tuan Snaidjer di Negeriku
-          Taman
-          Masjid
-          Majenun
-          Musnah
35     
Fina Lanahdia
-          Selamat Merayakan Hari Minggu
-          Belajar Menggambar
36     
Fitri A.B
-          Menunggu Katamu
-          Sebelum Kita Lupa Jalan Pulang
37     
Heni Hendrayani
-          Solitude
-          Bertukar Bisik
-          Di Sisimu
38     
Heti Nurlathifah
-          Ranting Kering 2
39     
Imana Tahira
-          Menuju Abadi
-          Puisi untuk Palestina
-          Penyaksian Sebuah Kenangan
40     
Indah IP
-          Serai dan Tanjung
-          Lamtoro dan Bata
-          Kembang Sepatu, Jarak dan Ilalang
-          Sepokok Gamal
-          Kabar Kepergianmu
41     
Julia Arungan
-          Setelah Drupadi Mati
-          Begini Seharusnya Kita pada Lelaki
42     
Laitatul Kiptiyah
-          Jarak dan Kenangan
-          Surat I
-          Hujan di Taman
-          Aku Ingin Menepi
-          Barangkali
43     
Liestyo Ambarwati Khohar
-          Dalam Rumah Kenangan
-          Kepada Fatimah
44     
Lily N.D. Madjid
-          Sesendok Sunyi Dalam Cangkir Kopi
-          Refleksi II
45     
Julia Hartini
-          Ada Doa di Perjalananmu
-          Sempurna Rindu
46     
Lina Kelana
-          Jarak
-          Puisi 17.00
-          Anak-Anak Hujan
-          Lakon
47     
Lisya Van Sorren
-          Menganyam Jiwa
-          Padamu Negeri
-          Tentang Kenangan
48     
Lutfiyah Handayani
-          Pagi di Pasar Pesalaran
-          Perempuan Pembatik
49     
Lyla Nur Ratri
-          Anak Semar Tiga Cacahnya
-          Fragmen Angkot
50     
Maulida Damayanti
-          Siluet
-          Pulanglah Sebelum Subuh II
51     
Meitha KH
-          Kota Kata-Kata
-          Cinta atau Birahi
-          Ranjang Sunyi
-          Selamat Pagi, Fey
52     
Melda Martini
-          Seunggun Rindu
-          Rumah Duka
-          Menjelang Petang, Menjelang Pulang
53     
Naza Fitri
-          Serupa Maut
-          Perempuan Nisbi
54     
Nella S. Wulan
-          Tak Ada Bebatu, Terkadang
55     
Ni Putu Citra Sasmita
-          Jantung Roti
-          Arles dan Kamar Sunyi
-          Palung Kopi
-          Phantasmagoria
56     
Nina Minareli
-          Pemabuk
-          Simpang Ruang
-          Membaca Cuaca
-          Meneroka Galau
57     
Nissa Rengganis
-          Ishmael Beah
-          Perempuan-Perempuan Plaza De Mayo
-          Menjadi Angin dan Api dari Sepi Tubuhku
-          Bima
-          Orang Asing
58     
Nita Widiati Efsa
-          Dendam Bunga pada Kumbang
-          Aku Takut
-          Malam di Waluran
59     
Novy Noorhayati Syahfida
-          Sebagai Sunyi
60     
Nur Hira Abdul Kadir
-          di seberang hotel imperial losari, makassar
-          perpisahan
61     
Nurani Widaningsih
-          Kepada Anakku (1)
-          Kepada Anakku (3)
62     
Puspita Ann
-          Telaga
-          Puisi
63     
Qeis Surya Sangkala
-          Sajak Kedua untuk Ai Maryam
-          Tanpa Judul
64     
R. Diah Sumarliah
-          Hening
-          Tentangmu
65     
Ramiana Rahman
-          Tujuh Hari Sunyi di Musim Hujan
66     
Ratna Ayu Budhiarti
-          Toilet
-          Surabaya, Sebuah Pertemuan
-          Tamu Asing
67     
Ratna M Rochiman
-          Miniatur Kenangan
-          Seputar Kado Natal
-          Seperti Pohon dan Mimpi Odysseus
68     
Ratu Ayu
-          Rindu di Garis Senja
-          Perempuan Berkerudung Perak
-          Kaki Perawan
69     
Ria Arista Budhiarti
-          Pemanah
-          Lemonade
70     
Rizky Endang Sugiharti
-          Puisi Dua
71     
Rizqi Nur Amaliyah
-          Kepingan Purbawesa
-          Oktav
72     
Rohyati Sofjan
-          Amsal Perjalanan
-          Jalan Pedang Kita
73     
Sartika Dian Nuraini
-          Miniatur Libur Dalam Mimpi
-          Seprai Perempuan Jawa
74     
Sartika Sari
-          Memorable Night
-          Lin Wha
-          Perempuan Pajak Gambir
-          Di Passer Baroe, Aku Menulis Rindu
75     
Seli Desmiarti
-          Percakapan Tubuh
-          Pemburu Cahaya
-          Demi Kata
76     
Seruni
-          Letjen Sutoyo Street
-          Megatruh
77     
Siti Fauzia
-          Perempuan Hitam
-          Sepenggal Lirik Lagu Cinta untuk Ibu
78     
Langit Amaravati
-          Ritual
-          Surat Gerimis
-          Lelaki Hujan
-          Kamar Kita
-          Krendha
79     
Tanza Azalea
-          Adalah Aku
-          Sepanjang Jalan Menuju Rumahmu
-          Sajak Filantropi
80     
Tias Tantanka
-          Sajak Tali Sepatu
-          Bekap
-          Sssttt …
81     
Teti Gumiati
-          Tasbih Rindu
-          Rahasia
82     
Tina Aprida Marpaung
-          Perempuan 1
-          Perempuan 2
-          Perempuan 3
-          Perempuan 4
83     
Tria Achiria
-          elegi
-          sujudmu di masa yang mana?
-          aku mau rindu
84     
Unis Sagena
-          Mendadak Bugis
-          Jampi-Jampi
-          Noctilucent
85     
Uthera Kalimaya
-          Kepala yang Membentuk Pasar
-          Sembari Menunggu
-          Pinangan Ranjang
-          Sebaris Pesan Hangat pada Dini Hari
86     
Violetta Estrella
-          Dalam Mabuk, Surga dan Neraka tak Berbeda
87     
Violetta Simatupang
-          Generasi Nihil
-          Kontroversi Pencuri
88     
Wida Waridah
-          Fragmen Mountain Bike
-          Sajak Cinta
-          Nokturnal
-          Dieng Plateu Theater
89     
Winarti
-          Senyum Cantik
-          Melarung Karung Rasa Takut
-          Gunung, Sungai, Penyair
90     
Yessi Arisandi Sibarani
-          Perempuan yang tak lagi mencatatkan sunyi
-          Dengan huruf kukunjungi kau
-          Agar kau singgah
91     
YN Sikumbang
-          Puisi Batu
-          Kau, Aku; Setelah Enam Belas Tahun Berlalu
-          Elegi Tuti
-          Puisi Rindu
-          Hampa
92     
Zidni Ilma
-          Parang
-          Menyudahi Silam
-          Fragmen

Tim Kurasi Tahap 1:
- Dian Hartati
- Langit Amaravati
- Wida Waridah

Tim Kurasi Tahap 2:
- Nenden Lilis Aisyah

Keterangan:
- Seluruh karya tersebut di atas akan diterbitkan dalam buku Antologi Perempuan Dalam Puisi. 
- Hak cipta ada pada penulis, hak menerbitkan ada pada KPPI.
- Setiap kontributor akan mendapatkan 1 (satu) eksemplar bukti terbit.
- Apabila ada pertanyaan mengenai pengumuman ini, silakan kirimkan e-mail ke:   
   kppi.indonesia@gmail.com/langit.amaravati@gmail.com 


Salam,
KPPI